Kegiatan

Marhaban ya Ramadhan..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al Baqarah 183).

Alhamdulillah kita masih diberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kita masih dapat merasakan indah dan nikmatnya bulan RAMADHAN yang penuh berkah di tahun ini. Bulan puasa atau yang lebih dikenal dengan RAMADHAN merupakan salah satu diantara sekian banyak bulan menurut penanggalan Hijriah dimana seluruh umat Islam diberikan “tantangan” untuk dapat melewati masa menahan hawa nafsu sebelum bisa memperoleh sebuah KEMENANGAN BESAR di hari yang penuh Fitri. Seluruh umat muslim tentunya tahu mengenai bulan RAMADHAN ini, namun kita yakin diantara semuanya ada sebagian yang sampai detik ini belum mengerti mengenai makna RAMADHAN yang sesungguhnya.

RAMADHAN adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih). Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata RAMADHAN tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan RAMADHAN adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya yang artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaitan-syaihan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan RAMADHAN tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan RAMADHAN itu sendiri, Rahmat dan Magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan Rahmat-Nya maka Maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika Rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti. Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

 

MAKNA PUASA


Puasa berarti meninggalkan dan menahan diri. Yaitu menahan dan mencegah diri dari hal-hal yang boleh, meliputi keinginan perut dan kelamin, dengan niat taqarub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Jadi makna puasa secara syar'i adalah menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan hal-hal semisalnya, selama satu hari penuh; mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat taqarub kepada Allah SWT.


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ


Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (QS. Al-Baqarah : 187)

Ayat ini menjelaskan hakikat puasa sekaligus waktunya. Ayat ini juga menjelaskan bolehnya hubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadhan.

Puasa yang sesuai syariat Islam inilah seutama-utama puasa. Berbeda dengan puasa penganut agama tertentu yang tidak menyantap makhluk bernyawa, tapi boleh makan dan minum selainnya serta berhubungan seksual. Sebagian lainnya ada yang berpuasa beberapa hari secara terus menerus, yang sangat berat bagi banyak orang. Puasa yang diperintahkan syariat Islam ini mudah, bisa ditunaikan orang awam dan siapa saja.

Civitas Akademika AMIK Bogor mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Saum.., semoga Amal Ibadah kita di bulan yang Penuh Magfirah ini di terima Allah SWT, اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن (Amin Ya Rabbal ‘Alamin)

 

Jadwal Imsakiyah

*admin

Berita Terkait


Belum Ada Komentar

Isi Komentar